Ekstrak Teh Hijau Mengurangi Lemak dan Mencegah Kanker

Teh telah lama dikenal sebagai minuman bercita rasa khas dan sangat berkhasiat bagi kesehatan. Budaya minum teh berasal d a r i cina sejak tahun 2737 sebelum masehi, tepatnya pada masa kaisar Shen Nung berkuasa, kaisar Shen Nung juga di kenal sebagai bapak tanaman obat tradisional Cina. Teh dapat dikelompokan menjadi yaitu teh hijau ( tanpa fermentasi), teh oolong (semi fermentasi), dan teh hitam (fermentasi penuh). Dari ketiga jenis tersebut teh hijau mempunyai khasiat tertinggi untuk pengobatan karena kandungan senyawa katekin paling tinggi antara 16-30 % mekipun kandungan tersebut dipengaruhi juga oleh cuaca (iklim) jenis tanah dan varietas.

Teh hijau yang sangat terkenal dikalangan penikmat teh adalah teh hijau cina dan teh hijau jepang, perbedaanya pada teh hijau jepang terletak pada teknik inaktivasi enzim polifenol oksidasinya dengan cara menggunakan uap panas sehingga didapatkan hasil yang optimal pada kandungan katein nya dan tidak merusak daun teh sehingga warna daun teh nya sangat hijau dan degar.

Proses ini memerlukan biaya produksi mahal dan waktu yang lebih lama, sehingga wajar harga teh hijau jepang jauh lebih mahal karena sebanding dengan kualitas teh yang di hasilkan. Teh hijau jepang “walini”diambil dari bahan baku yang berkualitas tinggi, ditanam secara organik tanpa pemupukan kimia, dan terhindar dari polusi karena ditanam didaerah dataran tinggi yang setiap saat terselimuti oleh kabut, di dapat dari varietas terbaik yaitu dari varietas “sencha” yang pemetikanya dilakukan setahun dua kali pemetikan, yaitu pada bulan mei dan agustus.

Minuman tradisional Jepang dan Cina, yaitu teh hijau, memang dapat mengurangi lemak dalam tubuh kita.

Senyawa dalam teh yang disebut catechin dapat membantu kita menurunkan berat badan dengan memperbaiki metabolisme karbohidrat, mencegah penimbunan lemak dan meningkatkan hilangnya panas (termogenesis)

Penelitian di Jepang menunjukan bahwa minum sebotol teh oolong setiap hari, yang mengandung 690 mg catechin (ekstrak teh hijau) selama 12 hari, menurunkan berat badan, indeks massa tubuh, ukuran lingkar pinggang, massa lemak dan lemak di bawah kulit, jika dibandingkan dengan kelompok yang meminum teh oolong setiap hari dengan kandungan hanya 22 mg cathecin.

Minum ekstrak teh hijau menurunkan lebih dari satu setengah kg lemak total dari tubuh dan 17,5 cm dari lemak di permukaan tubuh.

Menggunakan ekstrak teh hijau mungkin merupakan cara efektif untuk mengurangi berat badan dan ukuran lingkar pinggul.

Pada bulan Desember 1999, para peneliti dari Klinik Mayo melaporkan bahwa antioksidan yang terdapat dalam teh hijau mengandung EGCG yang dapat membunuh sel kanker prostat pada percobaan di laboratorium.
Penelitian pada laboratorium lain yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Purdue menemukan bahwa teh hijau – meskipun sangat diencerkan – mencegah kerja enzim yang meningkatkan kanker prostat dan kanker payudara.

POST REPLY