Human Papillomavirus (HPV): Penyebab dan Pencegahannya

Human papillomavirus (HPV) adalah infeksi virus yang paling umum pada saluran reproduksi. Sebagian besar wanita dan pria yang aktif secara seksual akan terinfeksi pada suatu saat dalam hidup mereka dan beberapa mungkin terinfeksi berulang kali.

Virus ini umum di Amerika Serikat dan ada sekitar 79 juta orang dengan usia akhir belasan dan awal 20-an, terinfeksi human papillomavirus.  Ada banyak jenis virus ini , ada yang dapat menyebabkan masalah kesehatan termasuk kutil kelamin dan kanker.

Penularannya melalui hubungan seks, biasanya pria yang tidak disunat memiliki risiko tinggi memiliki virus ini.

Penularan HPV

Sebagian besar penularan virus ini terjadi akibat adanya sentuhan langsung kulit ke kulit dengan pengidap. Demikian pula dengan benda yang terkontaminasi virus ini. Hubungan seksual juga termasuk salah satu sarana penularan virus ini pada kelamin. Misalnya melalui  kontak langsung dengan kulit kelamin, membran mukosa, pertukaran cairan tubuh, serta seks oral atau anal.

Infeksi HPV biasanya sembuh tanpa intervensi apa pun dalam beberapa bulan setelah tertular, dan sekitar 90% sembuh dalam 2 tahun. Sebagian kecil infeksi HPV jenis tertentu dapat bertahan dan berkembang menjadi kanker serviks. Kanker serviks sejauh ini merupakan penyakit terkait virus ini yang paling umum.

Infeksi dengan jenis  tertentu juga menyebabkan proporsi kanker anus, vulva, vagina, penis dan orofaring, yang dapat dicegah dengan menggunakan strategi pencegahan primer yang serupa dengan kanker serviks.

Human papillomavirus jenis non-kanker (terutama tipe 6 dan 11) dapat menyebabkan kutil kelamin dan papillomatosis pernapasan (penyakit di mana tumor tumbuh di saluran udara yang mengarah dari hidung dan mulut ke paru-paru). Meskipun kondisi ini sangat jarang menyebabkan kematian, kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit yang signifikan. Kutil kelamin sangat umum, sangat menular dan memengaruhi kehidupan seksual.

Faktor Risiko

Tidak berkhitan, Dalam penelitan oleh dr. Xavier Castellsague 20% pria yang tidak melakukan khitan diketahui membawa HPV.
Berganti pasangan. Berhubungan seks dengan lebih dari satu pasangan dapat memiliki risiko tinggi terinfeksi.
Pemakaian barang pribadi bersama orang lain, seperti handuk, saputangan, atau kaus kaki.
Sistem kekebalan tubuh rendah.
Memiliki luka yang terbuka.
Usia. Kutil biasa umum diderita oleh anak-anak, sementara kutil plantar dan kelamin lebih sering terjadi pada remaja dan kalangan dewasa muda.
Tidak menjaga kebersihan.

Gejala

HPV cenderung tidak menimbulkan gejala sehingga jarang disadari oleh pengidap. Sistem kekebalan tubuh kita juga biasanya akan memberantas infeksi HPV sebelum virus ini menyebabkan gejala sehingga tidak membutuhkan penanganan.
Namun apabila tubuh kita tidak berhasil memberantasnya, infeksi HPV dengan jenis tertentu berpotensi menyebabkan kanker serviks. Karena itu, para wanita dianjurkan untuk selalu memeriksakan kesehatannya serta menjalani vaksin pencegah HPV.

Pencegahan HPV

Melakukan khitan
Vaksinasi
Hindari menyentuh kutil secara langsung
Jangan berganti-ganti pasangan
Gunakan kondom tiap kali berhubungan seksual
Menjaga kebersihan
Hindari berbagi pemakaian barang pribadi

baca juga: manfaat khitan dewasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih, Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

Email Kami

Email Kami

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Daftar Sekarang