Sunat Dewasa Bantu Kurangi Risiko Kanker Serviks Pada Pasangan

Salah satu manfaat sunat dewasa adalah mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan perempuannya.

Kanker serviks merupakan masalah kesehatan yang paling diiktuti kaum perempuan. Berdasarkan data dari WHO pada tahun 2012, sebanyak 530 ribu kasus kanker serviks terjadi di seluruh dunia. Lebih dari 270 ribu perempuan meninggal setiap tahunnya karena penyakit ini. Angka kematian akibat penyakit mencapai 85% yang terjadi di negara-negara berkembang, salah satunya adalah Indonesia.

Apa Itu Kanker Serviks?

Penyakit ini terjadi ketika sel-sel serviks tumbuh secara tidak normal dan menyerang jaringan dan organ tubuh lainnya. Serviks merupakan bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina, serviks juga dikenal dengan istilah leher rahim. Kebanyakan kasus kanker serviks terkait dengan penyakit menular seksual.

Biasanya, pada tahap awal tidak menunjukkan gejala. Gejala baru muncul saat kanker sudah mulai menyebar, bisa berupa:

  • Sakit saat berhubungan seks
  • Perdarahan vagina yang tidak biasa, seperti setelah berhubungan seks, di antara periode, setelah menopause, atau setelah pemeriksaan panggul
  • Keputihan yang tidak biasa

Apa Penyebabnya?

Penyakit ini kebanyakan disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV), yaitu virus yang ditularkan melalui kontak seksual. Dari 100 jenis virus ini, ada dua jenis penyebab sebagian besar penyakit ini yaitu HPV 16 dan HPV 18.

baca juga: virus HPV incar pria tidak sunat

Diagnosis

Untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini, dokter akan menganjurkan melakukan skrinning kanker serviks, berupa:

  • Pap smear, dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim. Melalui tes ini,keberadaan sel-sel abnormal yang dapat berkembang menjadi kanker dapat dideteksi.
  • Pemeriksaan HPV,sama seperti pap smear bedanya tes HPV bertujuan mendeteksi keberadaan virus HPV yang dapat menjadi penyebab kanker leher rahim.

Perempuan berusia 21-29 tahundianjurkan melakukan pap smear setiap 3 tahun. Sedangkan pada perempuan berusia 30-64 tahun, kombinasi pap smear dan tes HPV dapat dilakukan setiap 5 tahun. Pada perempuan berusia lebih dari 65 tahun mintalah saran dokter mengenai perlunya menjalani pemeriksaan pap smear.

Bagaimana Pencegahannya?

  • Berhubungan seks secara aman
  • Dapatkan tes pap smear
  • Apabila Anda berusia 30 -65 tahun, Anda bisa mendapatkan tes pap smear dan tes human papillomavirus (HPV) atau vaksin HPV.
  • Jika Anda aktif secara seksual dan memiliki risiko lebih tinggi untuk PMS, lakukan tes untuk klamidia, gonore , dan sifilis setiap tahun. Lakukan tes HIV setidaknya sekali, atau lebih sering jika Anda berisiko tinggi.
  • Sunat

 Sunat Mencegah HPV Penyebab Kanker Serviks

X Castelsague (2008) melakukan beberapa penelitian di lima negara dan hasilnya  menunjukkan, sekitar 20% laki-laki yang tidak disunat ‘membawa’ virus HPV.

Human Papilloma Virus (HPV) diperkirakan bertanggung jawab terhadap 99% kasus kanker serviks. Para peneliti memperkirakan risiko perempuan menderita penyakit ini menurun hingga 58% jika pasangannya telah disunat.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih, Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

Email Kami

Email Kami

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Daftar Sekarang