Sering Salah, Begini Bedanya Sunat Dan Kebiri

Masih banyak orang keliru mengenai sunat dan kebiri, seringkali keduanya sering disamakan. Sehingga akhirnya, masih ada kaum laki-laki yang enggan untuk sunat karena mengira sunat sama dengan kebiri.

Nah, agar persepsi mengenai sunat dan kebiri adalah sama hilang, dalam pembahasan kali ini akan dijelaskan tentang sunat dan kebiri.

Pengertian Sunat

Sunat atau sirkumsisi merupakan prosedur pembedahan dengan tujuan untuk membuang kulit penis bagian luar yang menutupi kepala penis (kulup). Sunat sendiri merupakan hal yang umum dilakukan baik karena alasan agama maupun kesehatan.

Dari sisi agama Islam, selain mengugurkan kewajiban, juga untuk menjaga kesucian tubuh dari najis. Hal ini akan berkaitan dengan sah atau tidaknya solat seseorang. Seseorang yang tidak disunat, maka sisa air seni tertahan di kulup. Tidak sah shalat seseorang apabila masih ada najis yang melekat/tersisa pada tubuhnya. Dengan sunat, maka najis (air mani) yang tersisa di sekitar kulup akan lebih mudah dibersihkan saat seseorang membasuh kemaluannya setelah buang air kecil.

Manfaat Sunat Bagi Kesehatan

Sementara dari sisi kesehatan, sunat memiliki banyak manfaat, seperti:

  • Mengurangi risiko penyakit infeksi menular seksual seperti, HIV/AIDS, herpes atau sifilis.
  • Mencegah penyakit pada penis seperti fimosis, parafimosis, balanitis, dan balanopostitis.
  • Mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang merujuk kepada masalah ginjal. Biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak yang tidak disunat.
  • Mengurangi risiko kanker penis.
  • Mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan.
  • Penis yang disunat lebih mudah dibersihkan, kesehatannya lebih terjaga dibandingkan yang tidak sunat.

Metode Sunat

Terdapat 3 metode sunat yang digunakan di Indonesia, yaitu:

Sunat Metode Laser    

Sebenarnya, istilah sunat metode laser kurang tepat karena tidak sama sekali menggunakan sinar laser. Alat yang digunakan adalah alat kauter atau bedah listrik untuk memotong kulit penis.

Sementara itu, metode sunat laser yang sesungguhnya menggunakan sinar laser CO2. Namun, sayangnya metode sunat laser CO2 ini belum banyak tersedia di fasilitas pelayanan medis di Indonesia. Lebih lanjut, penggunaan metode ‘sunat elektrik kauter’ ataupun sunat laser ini, masih membutuhkan jahitan, perban dan tidak boleh langsung kena air.

Sunat Metode Gun Stapler

Selanjutnya adalah metode sunat gun stapler. Gun stapler merupakan metode sunat modern terkini yang pertama kali dikembangkan dan digunakan secara luas di Cina. Memiliki bentuk seperti pistol dengan badan seperti bel (lonceng) yang disebut glans bell yang terdiri dalam dua bagian. Lonceng bagian dalam untuk melindungi kelenjar di sekitar penis dan lonceng bagian luar terdiri dari pisau bundar untuk memotong kulit kulup dan staples untuk menutup luka sunat. Alat ini tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 12, 15, 18, 21, 26, 30 dan 36.

Sejauh ini, praktisi sunat (dokter) merasa cukup puas dengan metode sunat ini. Selain memberikan kemudahan dalam pengaplikasiannya terhadap pasien sunat, juga efektif karena hanya membutuhkan waktu yang relatif cepat.

Sementara itu, kebanyakan pasien khitan dewasa di Rumah Sunat dr. Mahdian juga merasa puas dengan metode sunat Gun stapler ini karena selama tindakan mereka sangat nyaman, minim nyeri, minim perdarahan, tanpa jahit, perangkat khitan satu kali pakai dan memudahkan untuk beraktivitas pascasunat. Komplikasi setelah sunat jauh lebih rendah dibandingkan dengan sunat konvenisonal ataupun electric cauter.

Sunat Metode Konvensional

Sunat metode konvensional ini digunakan sebelum metode sunat modern hadir. Alat yang digunakan merupakan alat bedah sederhana seperti, pisau, gunting, dan jarum jahit.

Sunat dengan metode ini ialah dengan mengiris kulup melingkar hingga terlepas menggunakan pisau bedah atau gunting bedah. Setelahnya, kulit yang terkelupas akan dilakukan penjahitan.

Pengertian Kebiri

Kebiri merupakan tindakan untuk menghilangkan hasrat seksual (libido) pada seseorang dengan cara pembedahan dan atau menggunakan bahan kimia.

Pada zaman dulu, kebiri dilakukan dengan memotong penis sehingga tidak dapat melakukan penetrasi ke dalam vagina. Tindakan ini biasanya dilakukan pada pengawal kerajaan. Selain pengawal kerajaan, tindakan ini juga dilakukan saat peperangan pada pasukan yang kalah perang oleh pihak yang menang.

Jenis Kebiri

Kebiri zaman dulu tentulah berbeda dengan yang sekarang. Kebiri sekarang digunakan sebagai hukuman pada pelaku kejahatan seksual. Hukuman ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan bahan kimia dan pengangkatan testis.

  • Kebiri kimiawi

Hormon androgen atau yang sering disebut sebagai “hormon laki-laki” secara umum mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan organ reproduksi pria.  Nah, dalam hal melakukan kebiri kimiawi dilakukan dengan cara memasukkan zat yang disebut sebagai antiandrogen. Jadi, kebiri jenis ini dilakukan tanpa harus membuang alat/organ kelamin.

Antiandrogen berfungsi untuk menghambat kerja androgen. Akitbat pemberian hormon ini maka produksi hormon androgen, termasuk testosteron, akan terhambat. Kemudian, kadar testosteron menjadi rendah dalam tubuh sehingga mengurangi stimulus terhadap rangsangan seksual. Hal ini dapat menyebabkan kemampuan ereksi dan hasrat seksual menurun ataupun hilang.

Dalam dosis tinggi hormon ini berfungsi sebagai “pembunuh” libido seseorang. Namun,  pengaruh obat ini tidak selamanya karena dalam beberapa minggu hingga bulan efek antiandrogen akan hilang, lalu orang yang menerima antiandrogen dalam kembali normal.

  • Pengangkatan penis

Pengangkatan penis, berarti orang tersebut akan kehilangan testis sebagai organ yang menghasilkan hormon androgen.

Hormon androgen termasuk testosteron. Testosteron inilah yang berfungsi memberikan stimulus pada otak untuk menimbulkan libido pada seseorang. Jika kebiri jenis ini dilakukan, orang yang menjalaninya akan kehilangan hasrat seksualnya. Namun, untuk sekrang ini tindakan ini terbilang tidak lazim dan dianggap tidak manusiawi, menyalahi hak asasi manusia.  Oleh sebab itu, untuk melakukan hukuman jenis kebiri kimiawi menjadi alternatif.

 

Jadi, dari penjelasan di atas sunat dan kebiri berbeda. Tak perlu takut, sunat membawa manfaat bagi kesehatan sedangkan kebiri dilakukan sebagai hukuman untuk pelaku kejahatan seksual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih, Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

Email Kami

Email Kami

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Daftar Sekarang